Indekost Gang Sempit di Gejayan

Sejak 2010 ketimpangan di gang-gang sempit di sekitar gejayan benar-benar terasa. 2010-2012 saya sempat indekost di salah satu gang di sekitar Gejayan. Weits, jangan salah kost bernama "My H*me ini adalah kost eksklusif seharga 1.500.000/bulan. Bangunannya cukup untuk membuat orang-orang sekitar merasa terintimidasi. Ketambahan, pemilik indekos bukanlah orang Jogja asli. Dulu, sering sekali anak-anak kost…Read more Indekost Gang Sempit di Gejayan

Sang Guru

(Karangan sendiri terinspirasi dari kisah Mahabarata. Sebuah refleksi tentang hubungan guru dan murid).   Guru Drona, pendidik para Pandawa dan Kurawa, sering terlambat memulai pelajaran. Hari ini, para Kurawa dan Pandawa berencana menentang sikap sang guru. Saat, sang guru Drona datang, Yudistira, dengan cerdik menyapa gurunya: "Selamat pagi yang terik wahai guruku, kami telah menantimu…Read more Sang Guru

Perempuan Jepang di Mata Basuki: Dari Yakusa sampai Prostitusi

Kita nggak bisa mungkirin perempuan Jepang menarik dengan segala keunikan dan kekhasannya. Saat sekolah di Sanata Dharma, saya sempat menjumpai beberapa teman asal Jepang ¬†yang tertarik belajar budaya Indonesia. Saya terheran-heran, padahal kan budaya mereka itu sangat beraneka ragam dan jarang yang import dari luar negeri. Bahkan tradisi lama dan budaya baru pop bisa banget…Read more Perempuan Jepang di Mata Basuki: Dari Yakusa sampai Prostitusi

Litani Anak Negeri

Kepada yang di apartment menjulang, bertempat tidur springbed, dengan ac dan bedcover...kasihanilah kami. Kepada yang di kantor-kantor pemerintah, berseragam coklat pupus, dengan tunjangan istimewa...kasihanilah kami. Kepada pengacara-pengacara selebriti dan tersangka korupsi, kemana-mana membawa Mercy...kasihanilah kami. Kepada yang terhormat dewan wakil rakyat, dengan toilet canggih, tempat tidur di ruang kerja, sekertaris cantik garda depan. Yang sering…Read more Litani Anak Negeri

1997: Bercak Darah di Celana Dalam

Saat mengenang masa lalu, terlebih di era 90-an, pasti ada kebahagiaan di sana. Anak-anak seusiaku, kini, ¬†pasti asik mengingat permainan-permainan tradisional pada masa itu seperti; kelereng, lompat tali, gobak sodor, dan beberapa permainan yang membutuhkan gerak tubuh, tidak hanya jempol dan mata saja. Sayang, bagiku, kembali ke era itu sama saja membuka luka lama. Aku…Read more 1997: Bercak Darah di Celana Dalam